Penyuluhan Pencegahan COVID-19 dan Pelatihan Pembuatan Sabun Minyak Serai Wangi di RW 08 Genuk, Semarang

Authors

  • Endah Widhihastuti Universitas Negeri Semarang
  • Woro Sumarni Universitas Negeri Semarang
  • F. Widhi Mahatmanti Universitas Negeri Semarang
  • Senda Kartika Rakainsa Universitas Negeri Semarang
  • Yuan Maylia Rosanti Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.23960/jpkmt.v2i1.27

Keywords:

antibakteri, minyak serai wangi, pelatihan, penyuluhan, sabun

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat RW 08 Kelurahan Genuk, Kabupaten Semarang, telah dilaksanakan melalui (1) penyuluhan untuk memperbaiki tingkat pemahaman peserta mengenai usaha pencegahan penularan COVID-19, (2) pelatihan pembuatan sabun cair untuk cuci tangan dengan bahan aktif berupa minyak serai wangi dengan metode self trying didampingi oleh tim pengabdi, (3) evaluasi proses dan hasil pengabdian serta umpan balik antara peserta dengan tim pengabdi dengan pendekatan wawancara dan angket, serta (4) pendampingan pengemasan produk agar menarik dan bernilai jual terjangkau untuk digunakan oleh masyarakat sekitar. Target pengabdian telah tercapai, yaitu adanya perubahan perilaku hidup sehat dengan menerapkan berbagai tindakan preventif pada usaha kesehatan individu dan lingkungan serta dengan memanfaatkan produk herbal serta tercapainya keterampilan aplikatif dalam pembuatan sediaan sabun cair. Formula Sabun minyak serai wangi yang telah dibuat, memiliki pH 7 serta memiliki aktivitas antibakteri yang dibuktikan dengan adanya diameter zona hambat sebesar 21,25 mm terhadap bakteri Escherichia coli sehingga layak digunakan sebagai sabun antibakteri.

References

Abimanyu, H. (2003). Sitronelal dari Minyak Serai Wangi dengan Variasi Kecepatan Pengadukan dan Penambahan Natrium Bisulfit. Pemaparan Hasil Litbang, 259-271.

Bender, L. (2020). Pesan dan Kegiatan Utama Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Sekolah. New York: UNICEF.

BPS Kabupaten Semarang. (2019). Kabupaten Semarang dalam Angka. Semarang: Badan Pusat Statistik.

Fauzi, A. (2017). Aneka Tanaman Obat dan Khasiatnya. Yogyakarta: Media Pressindo.

Hendrik, W., Erwin, & Panggabean, A.S. (2013). Pemanfaatan Tumbuhan Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Kimia Mulawarman, 10(2), 74-79.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19), Jakarta: Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kemenkes RI. (2021). Frequently Asked Questions (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, Jakarta: Dirjen Kesehatan Masyarakat.

Komisi Kesehatan Nasional RRC. (2020). Panduan Menghadapi Penyakit Virus Corona 2019 Model RRC: Pencegahan, Pengendalian, Diagnosis dan Manajemen. Beijing: People’s Medical Publishing House.

Rizkita, A.D., (2017). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sereh Wangi, Sirih Hijau, dan Jahe Merah terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi 2017. Jakarta: Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Sari, R., & Ferdinan, A. (2017). Pengujian Aktivitas Antibakteri Sabun Cair dari Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya. Pharmaceutical Sciences And Research (PSR), 4(3), 111-120. doi:10.7454/psr.v4i3.3763.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang. (2021). Data Sebaran Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang. Retrieved January 4, 2021, from www.corona.semarangkab.go.id.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional. (2021). Data Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia. Retrieved January 4, 2021, from www.covid19.go.id.

WHO. (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care Settings. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2021-03-31

Issue

Section

Articles