Pembuatan Serbuk Pewarna Alami Dari Berbagai Tanaman Tropis Dengan Metode Oven Drying

Authors

  • Rinawati Rinawati Universitas Lampung
  • Zipora Sembiring Universitas Lampung
  • Wasinton Simanjuntak Universitas Lampung
  • Emantis Rosa Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.23960/jpkmt.v2i2.20

Keywords:

Bahan Aditif, Oven Drying, Pewarna

Abstract

Pewarna alami yang bersifat tidak beracun, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan sangat berpotensi untuk menggantikan pewarna sintetik. Selama ini pewarna sintetik banyak digunakan untuk membuat makanan menjadi lebih menarik namun memiliki dampak negatif pada kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pewarna alami dan bagaimana pembuatannya. Format kegiatan adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan pembuatan bahan pewarna alami. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatkan pengetahuan dan pemahaman sebesar 34% terhadap bahaya penggunaan bahan aditif sintetis dan keunggulan bahan aditif alami pada makanan dan minuman. Masyarakat juga telah memiliki keterampilan untuk membuat bahan pewarna alami dengan metode oven drying dari berbagai tanaman tropis sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pewarna sintetik yang selama ini digunakan.

References

Basuki, N., Harijono, Kuswanto, & Damanhuri. (2005). Studi Pewarisan Antosianin pada Ubi Jalar. Agrivita, 27(1), 63–68.

Emilia, I., Setiawan, A. A., Putri, Y. P., Marmaini, Rosanti, D., Warsari, D., . . . Haziza, N. (2020). Pengenalan Zat Aditif Pada Makanan Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Di SMA Negeri I Belimbing Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 65-68.

Martunis. (2012). Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Kuantitas dan Kualitas Pati Kentang Varietas Granola. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 4(3), 26-30.

Nareswara, A. S. (2017). Hubungan Kepuasan Pasien Dari Kualitas Makanan Rumah Sakit Dengan Sisa Makanan Di RSUD Kota Semarang. Ilmu Gizi Indonesia, 1(1), 34-39.

Novary, E. W. (1999). Penanganan dan Pengolahan Sayuran Segar (2 ed.). Jakarta: Penebar Swadaya.

Paryanto, & Mastuti, E. (2011). Pembuatan Konsentrat Zat Warna Alami Untuk Bahan makanan Dari Daun Pandan Dan Biji Kesumba Beserta Penerapannya. Ekuilibrium, 10(1), 31–35.

Rahayu, M., & Mahmuda, Y. I. (2016). Identifikasi Zat Pewarna Rhodamin B Dan Methanyl Yellow Pada Kerupuk Yang Dijual Di Pasar Beringharjo Yogyakarta Tahun 2016. Jurnal Teknologi Laboratorium, 5(2), 55-58.

Trianto, S. S., Lestyorini, S. Y., & Margono. (2014). Ekstraksi Zat Warna Alami Wortel (Daucus Carota) Menggunakan Pelarut Air. Ekuilibrium, 13(2), 51-54.

Troftgruben, J. (1984). Drying Food. Urbana-Champaign, Illinois, USA: University of Illinois.

Widyaningrum, D. A., Prasmala, E. R., & Qomariyah, I. N. (2020). Pengenalan Zat Aditif Pada Makanan Di SDN Purwosari 3. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 4(1), 131-138.

Winarno, F. G., & Octaria, A. (2020). Pewarna Makanan Alami Indonesia: Potensi di Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2021-07-12

Issue

Section

Articles